.::RenDy PeRsonaL SiTe::.

Just My Mine

Archive for the ‘Cinta’ Category

Puisi cinta dari anindini

Posted by rendycandra on 22 October, 2008

kurangkai kaTa maaf
untuk kekaSih yang tak mungkin Q temui Lagi

ini sMua saLahku

saLahku biarkan kau berLaLu
saLahku aCuhkan sMua teNtangmu
saLahku khianati rasa ini

dEmi aLLah qbRani bRsumpah

sMua bukan maU Q
kau tau smua tentang Qt
kau tau perjaLanan Qt
kau tau tentang apa terjadi pada kisah qt

bukan…
bukan kRn aku tak sayang…
bukan krn aQ tak Lagi seTia
bukan kRn kau tak baik…

Q hanya ingin sMua membaik
wLu yaNg terbaik meNyakitkan Qt

Posted in Cinta | Leave a Comment »

Kata Mutiara

Posted by rendycandra on 12 August, 2008

Kepengecutan yang paling besar adalah ketika kita membuktikan kekuatan kita kepada kelemahan orang lain –Jacques Audiberti

Yang terpenting adalah menguasai diri sendiri –Eckermann

Seorang Intelektual adalah orang yang pikirannya menjaga pikirannya sendiri –Albert Camus

Kerendahan hati merupakan ruang tunggu bagi kesempurnaan –Marcel Ayme

Kebahagiaan lebih banyak menipu daripada kesusahan –Martin Luther

Jiwa-jiwa yang kuat tidak iri hati dan tidak takut. Iri hati merupakan kesangsian dan takut merupakan kekerdilan –Balzac

Prasangka dibenci bukan karena dirinya sendiri, tetapi karena ia menyebabkan ornang-orang mempercayainya –Marcel Atland

Hari adalah bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan –Steve Orlen

Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan (Paul Galvin, founder Motorola)

Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan (Samuel Butler)

Saya harus mencintai negara saya dan keadilan –Albert Camus

Diam bukanlah cara untuk membuktikan kesalahan .–Henry Wheeler Shaw

Orang yang tidak sabar akan menunggu dua kali –Mack McGinnis

Gagasan tidak turun dari langit yang abstrak, tetapi muncul dari tanah dan pekerjaan –Alain

Alasan mengapa kekuatiran membunuh lebih banyak orang dibanding dengan kecelakaan kerja, adalah karena lebih banyak orang yang penuh kekuatiran dari pada bekerja.– Robert Frost

Diberkatilah orang yang terlalu sibuk untuk kuatir pada siang hari, dan terlalu lelah untuk kuatir di malam harinya .– Phil Marquart

Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus.–Knute Rockne

Di dunia ini benda-benda tidak akan berubah, kecuali kalau ada yang mengubahnya .–James A.Garfield

Hari bagai sepatu yang harus dipakai untuk berjalan –Steve Orlen

Jangan buang hari ini dengan mengkuatirkan hari esok. Gunung pun terasa datar ketika kita sampai ke puncaknya. –Phi Delta Kappan

Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka –Robert G. Ingersoll

Bukan masalah-masalahmu yang mengganggumu,tetapi cara Anda memandang masalah-masalah itu.Semuanya bergantung pada cara Anda memandang sesuatu . – Epictetus

Compassion is the basic of all morality –Arthur Schopenhauer

Emas yang murni diperoleh melalui proses pembakaran dengan api dan penyaringan

Expresi sejati dari diri manusia adalah pada saat ia berdansa sesuai irama dan musiknya.Tubuh tidak pernah berdusta. –Agnes de Mille

Tak ada yang menarik,jika Anda tidak merasa tertarik –Helen MacInnes

Aturan nomor satu bagi masyarakat yang benar-benar beradab adalah membiarkan manusia berbeda-beda –David Grayson

Hidup manusia penuh dengan bahaya, tetapi justru di situlah letak daya tariknya –Edgar Alnsel Mowrer

Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu –Edmund Burke

Kita tidak bisa mengingkari kesan bahwa manusia umumnya menggunakan standar yang keliru. Mereka mencari kekuatan,sukses dan kekayaan untuk diri mereka sendiri, memuji diri mereka di hadapan orang lain dan mereka memandang rendah pada apa yang sebenarnya berharga dalam hidup –Sigmund Freud

Demokrasi itu baik.Saya mengatakan demikian karena sistem yang lain buruk. –Jawaharlal Nehru

Kebencian seperti halnya cinta, berkobar karena hal-hal kecil –Balzac

Penderitaan adalah pelajaran –Aesop

Universitas ada hanya untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran — Robert Maynard Hutchins

Orang berkulit putih, orang berkulit hitam, orang berkulit kuning, semua air matanya asin –Claude Aveline

Sukses adalah keberhasilan yang anda capai di dalam menggunakan talenta-talenta yang telah Allah berikan kepada Anda –Rick Devos

Tidak ada masa depan yang gemilang bagi mereka yang telah kehilangan pengharapan dan imannya. –Samuel Rutherford

Hiduplah sedemikian rupa sehingga Anda tidak akan merasa malu ketika orang laing berbicara tentang keluarga Anda. –Will Rogers

Manusia merencanakan, namun Tuhan yang menentukan. –Thomas A. Kempis

Milioner yang suka tertawa jarang dijumpai. Pengalamanku adalah kekayaan mudah membuat senyum hilang —Andrew Carnegie

Karakter seperti berlian yang mampu menggores semua bebatuan lainnya. — Cyrus A.Bartol

Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti. — John C. Maxwell

Kehilangan kekayaan masih dapat dicari kembali, kehilangan kepercayaan sulit didapatkan kembali. — Erich Watson

Orang termiskin yang aku ketahui adalah orang yang tidak mempunyai apa-apa kecuali uang. John D.Rockefeller

Bekerja keras sekarang, merasakan hasilnya nanti ; bermalas-malas sekarang, merasakan akibatnya nanti — John C Maxwell

Realitas selalu lebih konservatif daripada ideologi — Raymond Aron

The Source From : http://www.eddysriyanto.com/khas/kata_bijak.html

Posted in Cinta | Leave a Comment »

Cinta, Warna Favorit, dan Kepribadian Anda

Posted by rendycandra on 4 July, 2008

Warna memainkan peranan penting dalam hidup ini, karena bisa mempengaruhi cara berpikir, mengubah perilaku, dan menyebabkan reaksi.
Konsep warna, bisa didekati dari berbagai disiplin ilmu, baik itu fisiologi, psikologi, filosofi, dan seni. Jadi, Anda bisa tahu bagaimana
hubungan warna favorit Anda, dengan cinta dam kepribadian Anda. Mau tahu?

Merah
Anda mudah ‘terbakar’, sangat bergairah, dan selalu memburu petualangan seksual yang baru. Hidup Anda penuh bumbu asmara,
dan Anda berusaha memiliki sebanyak mungkin pengalaman tentang cinta dan seks. Saran: Coba, ya, hasrat itu sedikit direm,
supaya Anda bisa menghindari kekecewaan di kemudian hari.

Oranye
Anda terlahir romantis, begitu mengerti apa yang terjadi bila dua insan bertemu dan saling jatuh cinta. Sepertinya, surga pun akan
Anda pindahkan ke bumi bila sedang kasmaran. Saran: Supaya tidak sering-sering terluka – karena pasangan Anda belum tentu setipe – redakan
sedikit spontanitas yang berhubungan dengan gejolak asmara.

Merah muda alias pink
Anda mencari pasangan yang bisa menawarkan sesuatu. Kalau mereka tidak punya tampang atau uang, sedikitnya, mereka harus punya karakter.
Ada empat hal penting yang Anda inginkan dari calon pasangan: kepribadian, kekuasaan, prestise, dan kharisma. Saran: Sayangnya, mereka
yang memiliki karakteristik itu belum tentu cocok dengan Anda. Jadi, lebih baik Anda pertajam spontanitas dalam hubungan asmara.

Kuning
Anda menyukai nada-nada cinta yang lembut. Kelembutan, saling percaya dan pengertian, lebih penting bagi Anda ketimbang gejolak cinta yang
penuh setrum, dan Anda biasanya pandai memilih pasangan yang tepat. Saran: Ada kalanya, jadi avonturir itu bikin adrenalin mengalir lebih
deras, dan hidup Anda bakal lebih bergairah!

Hijau
Bila Anda mulai punya perasaan cinta, Anda ingin memegang kontrol. Anda selalu bertanya soal cinta, supaya lebih yakin.
Bukan ide jelek sebetulnya, tapi jangan biarkan displin diri itu bikin Anda menyembunyikan perasaan sebenarnya. Saran: Bila Anda sudah
mencicipi cinta, biarkan diri Anda ‘jatuh’. Pasangan Anda tak akan melihat kelembutan Anda sebagai kelemahan, kok.

Ungu
Anda menginginkan segalanya. Kalau suka seseorang, Anda bakal mengejar dia tanpa ragu. Untungnya, Anda biasanya berhenti kalau punya
pertimbangan yang meragukan tentang dasar suatu hubungan. Saran: Ingatlah, bahwa hidup ini tidak selalu indah. Tak selalu semua yang
ada di dunia ini tersedia untuk Anda. Ketidakpuasan bisa jadi gairah untuk memperoleh yang lebih baik lagi.

Biru
Anda percaya pada pepatah, mata adalah jendela hati. Jadi, Anda selalu berpikir sehat akan segala sesuatu, seperti melihat kelebihan
dan kekurangan pasangan sebagai dasar suatu hubungan. Saran: Sikap Anda memang baik. Tapi, bersikap terlalu realistis dalam bercinta,
bisa jadi kurang heboh dan kurang fun. Biarkan diri Anda mengalir sesekali bersama gejolak asmara.

Putih
Pendekatan Anda terhadap cinta persis permainan catur, setiap langkah selalu dipikirkan cermat. Anda hanya mau berkorban bila ada krisis,
dan Anda selalu menginginkan kemenangan. Kemampuan itu memang anugerah, hingga nyaris setiap event selalu Anda rencanakan. Saran: Tapi,
hidup begitu teratur kan membosankan? Dalam soal cinta, mengapa tak membiarkan diri Anda ‘berjudi’, dan membiarkan hidup lebih ‘hidup’?

Beige
Wah, Anda bisa berubah-ubah setiap saat. Kadang-kadang, Anda bisa berperan menjadi orang yang lembut, lain kali Anda jadi ‘ganas’. Ada logika, ada juga petualangan, dan Anda tinggalkan commonsense di belakang. Pendeknya, Anda betul-betul jagoan soal asmara. Saran: Oke-oke saja sih jadi sexpert, tapi persiapkan pasangan Anda supaya tidak bingung menghadapi Anda.

Posted in Cinta | 1 Comment »

Jangan Membesar-Besarkan Masalah Sepele

Posted by rendycandra on 4 July, 2008

Bintang Indonesia – dalam menjalani kehidupan cinta, ada saat-saat indah, ada juga saat di mana kita kesal sampai tidak mau mendengarkan si dia lagi. Padahal, setelah kejadian itu berlalu, Anda menyesal, mengapa bisa terjadi. Hanya karena masalah sepele, bertengkar hebat dengan pasangan, pacar atau suami Anda.

Richard dan Kristine Carlson, penulis Don’t Sweat the Small Stuff  in Love mencoba berbagi pengalaman, bagaimana  cara mempertahankan hubungan, agar tetap harmonis dan mesra, sepanjang hidup Anda. Baca dan pahamilah solusi yang ditawarkan Richard dan Kristine Carlson. Siapa tahu bisa membantu Anda  mengelola hubungan secara lebih bijaksana.

Solusi 1: Hindari kalimat “Saya cinta kamu, tapi…”

Tiga kata terindah yang ada di setiap bahasa, .I love you., .Ich liebe dich., atau apa saja, tapi mengandung makna sama, saya cinta kamu. Sayang sekali jika 3 kata yang punya pengaruh positif itu ditambah kata “tapi” di belakangnya. Jangan mengatakan “Saya mencintaimu, tapi saya ingin kamu berhenti membuat saya selalu menunggu” atau “Saya cinta kamu, tapi diskusikan dulu sebelum kamu memutuskan sesuatu.” Pisahkan dua kalimat yang  punya pengaruh bertolak belakang itu.

Cukup masuk akal. Satu-satunya alasan menghubungkan “tapi” dan “saya cinta kamu”, hanyalah agar keluhan yang dilontarkan lebih beralasan. Daripada mengatakan secara langsung apa yang mengganggu, memang lebih mudah mengatakan, ”Saya benar-benar mencintaimu, makanya saya ingin kamu berubah jadi lebih baik.”

Kalau Anda mencintai pasangan, katakan padanya. Saat ada yang mengganggu, bagi perasaan yang dialami dengan pasangan Anda. Tapi jangan lakukan keduanya secara bersamaan.

Solusi 2: Jika punya kebiasaan buruk, biarkan saja

Setiap orang pasti punya kebiasaan buruk, termasuk Anda dan pasangan. Ada dua cara menanganinya: pasangan berubah atau Anda putuskan untuk membiarkan kebiasaan itu.

Telaah kembali kebiasaan buruknya, maka Anda akan tahu dan menyadari, kebiasaan itu terasa mengganggu terutama  karena membiarkannya mengganggu Anda. Anda menuntut atau  berharap kebiasaan buruk itu akan menghilang dan secara tidak sadar menjadikannya musuh. Sekali bisa berdamai dengan kebiasaan buruk, lambat laun Anda bisa melihat sisi lain, yang lebih baik.

Satu kebiasaan buruk, pasangan sering lupa mematikan lampu kamar mandi. Anda mengeluh, mengingatkan, tapi tak ada gunanya. Tetap saja lampu kamar mandi menyala. Sampai suatu saat, tiba- tiba Anda sadar, ”Jika ini hanya satu kebiasaan buruk yang dia dimiliki sungguh, betapa beruntungnya saya! Saya sendiri punya lebih banyak kebiasaan buruk. Sungguh tidak adil, membesar- besarkan masalah kecil semacam itu.”

Apa Anda kesal melihat suami membiarkan baju kotornya berserakan di kamar? Atau barang-barang tidak disimpan  di tempatnya  kembali? Apa pun kebiasaan buruk yang  dimiliki pasangan, biarkan saja. Terimalah dia apa adanya, Anda akan bahagia, begitu pula si dia.

Solusi 3: Jangan tempatkan pasangan di situasi sulit

Misalnya, Anda menerima telepon dari kakak mengajak berlibur bersama keluarga di akhir minggu. Anda menjauhkan telepon dari telinga dan sambil berteriak mengatakan, ”Sayang, kakak telepon, mengajak kita dan anak-anak liburan bersama. Asyik ‘kan?” Kakak Anda bisa mendengar teriakan itu dan menunggu jawaban suami Anda.

Bagaimana reaksi suami seharusnya? Dia tidak punya waktu sedikit  pun  untuk memikirkannya. Jika  mengatakan  tidak, kedengarannya sangat egois, mengecewakan kakak dan membuat Anda kesal. Sebaliknya, jika setuju, ia sendiri merasa tidak nyaman.

Di lain kesempatan, saat menghadapi situasi yang sama, jangan pernah menempatkan pasangan di situasi sulit. Lain kali Anda bisa mengatakan, ”Saya tidak tahu apa rencana suami minggu ini, tapi saya harap kami bisa ikut. Nanti saya telepon lagi .deh..” Dengan demikian, suami Anda punya kesempatan memikirkan dan memberi keputusan.

Pikirkan sekali lagi. Anda sendiri tidak ingin berada dalam situasi sulit semacam itu. Hindari membuat pasangan merasa tertekan, mungkin saja Anda bisa lebih santai menikmati hidup bersama pasangan yang penuh kasih sayang.

Solusi 4: Jalani hubungan Anda sendiri

Setiap hubungan punya keunikan sendiri. Namun, kita punya kecenderungan, bertindak seakan-akan hubungan yang dijalani saat ini perlu diperbaiki lagi hingga terlihat layaknya pasangan ideal. Sikap seperti ini bisa menciptakan jurang pemisah antara apa yang Anda tahu baik untuk Anda, dan bagaimana Anda memilih cara hidup yang dikehendaki. Bahkan bisa jadi  memperburuk hubungan yang sudah berjalan baik selama ini.

Pasangan yang bahagia, cenderung punya aturan sendiri. Daripada mencari tahu dari teman, tetangga atau anggota keluarga lain, lebih baik mencari sendiri apa yang bisa membuat Anda berdua bahagia. Jangan terjebak membandingkan hubungan Anda dengan orang lain. Cari jalan Anda sendiri untuk mencapai kebahagiaan bersama.

Solusi 5: Pertahanan komunikasi dua arah

Berbagi sesuatu yang dialami, dirasakan, harapan, salah satu cara membuat hubungan bertambah intim. Bahkan jadi sesuatu yang memuaskan tatkala berbagi kekesalan yang dialami. Tapi keinginan berkomunikasi bisa jadi berbahaya bila Anda ingin selalu jadi pusat perhatian.

Misalnya, yang terjadi pada pasangan di sebuah restoran. Si wanita sedang menceritakan seseorang yang bersikap kasar padanya, sementara si pria juga berusaha meyakinkan, supir taksi yang membawanya tadi lebih kasar lagi. Tak lama kemudian, cerita beralih ke masa kecil. Wanita tadi bercerita orangtuanya tidak mau  mendengar perkataan anak-anaknya. Sebaliknya,  pacarnya bercerita, ia sering dipukuli orangtuanya.

Jika berada dalam posisi si wanita, Anda pasti  bisa merasakan  kekecewaan,  pasangan  Anda  sendiri  tidak  mau mendengarkan. Mungkin saja pria tadi tidak bermaksud menyakiti dan berniat terlibat dalam suatu percakapan. Tapi tak sekali pun dia menunjukkan simpati maupun empatinya.

Usahakan jangan sampai memperbaiki atau menambah cerita Špasangan. Yang terpenting, jangan berusaha mengalihkan pada diri Anda dengan mengatakan seperti ini, ”Ah, itu belum apa-apa, coba dengarkan yang saya alami.” Jika dilakukan, sama saja mengirim pesan, Anda lebih tertarik jika cerita itu berkaitan dengan Anda, daripada memperhatikan sepenuhnya kesan dan pengalaman yang dialami pasangan.

Jika bisa menghindarkan diri Anda jadi pusat cerita, Anda bisa mengamati perubahan pasangan, jadi lebih semangat untuk berbagi cerita. Dan juga membuka kemungkinan, si dia akan mendengarkan Anda juga.

Solusi 6: Tanyakan pada diri Anda, “Benarkah itu sesuatu yang penting?”

Kapan saja merasa kesal tentang suatu hal, sangat membantu jika bertanya pada diri sendiri, ”Benarkah itu sesuatu yang penting?” Setiap mengalaminya, tanyakan saja, mungkin Anda seperti tersentak dan kembali ke dunia nyata. Dengan lebih bisa memahami situasi sebenarnya, Anda bisa menilai secara lebih obyektif.

Saat akan pergi belanja, suami mengingatkan beberapa kali untuk membeli koran yang beberapa artikelnya sangat menarik. Ternyata Anda lupa. Saat itu masih pengantin baru, dan suami sudah membuat Anda merasa tidak enak hati. Padahal, setelah dipikir, mudah sekali, tinggal pergi lagi keluar dan beli koran sendiri. Sederhana sekali bukan?

Setelah menyadarinya, sekarang suami mungkin tidak terlalu penuntut dan bisa lebih sabar. Sebaliknya Anda juga tidak menjadi tertekan dan lebih santai sehingga lambat laun sifat pelupanya malah makin menghilang.

Secara jujur, selalu saja ada waktu di mana setiap pasangan merasa kesal dan kehilangan perspektif. Tapi kita belajar, itu bukanlah sesuatu yang sangat penting untuk dipikirkan.

Solusi 7: Jangan mengkritik kekurangan pasangan secara berlebihan.

Satu  hal bisa dipastikan: jika mengkritik  kekurangan pasangan secara berlebihan, bisa mebuat hubungan bertambah buruk.

Ada pasangan yang hubungannya sangat hangat dan mesra. Tapi mereka memutuskan menemui terapis atau konselor untuk lebih meningkatkan kualitas hubungan. Saat terapis mendorong mereka berdua menganalisa dan menggali masalah yang dihadapi, hubungan mereka nyaris putus.

Pertolongan  terapis  memang bisa  menyelamatkan  suatu hubungan. Tapi menjalani konseling, membuat Anda menganalisa sesuatu yang negatif secara berlebihan. Saat memikirkan sesuatu yang mengganggu, Anda sering marah dan merasa kecil hati.

Lain kali, jika Anda merasa menganalisa hubungan secara berlebihan, mundurlah sejenak. Rasa sakit hati akan menghilang dan diganti kembali dengan datangnya cinta. Setiap  timbul masalah, dapat dibicarakan setelah Anda berdua mengesampingkan pandangan negatif lebih dulu. Usahakan berhenti  mengkritik kekurangan pasangan secara berlebihan, mungkin saja Anda akan jarang menghadapinya.

Solusi 8: Belajar menerima permintaan maaf dengan tulus.

Sangat disayangkan, banyak orang yang sulit minta maaf, hanya karena permintaan maafnya tidak diterima dengan sepenuh hati. Si wanita minta maaf dan menyesal, karena kesibukannya bekerja, ia sulit mencari waktu pergi dengan pacarnya. Ia sering diberi tugas keluar kota dan jarang punya waktu luang.

Tahu bagaimana reaksi sang pacar? Si pria tidak mencoba memeluk, memegang tangan atau berusaha meyakinkan pacarnya. Tapi malah memandang dengan pandangan yang menusuk. Ketidakmampuan si pria membuka hati, walau pacarnya sudah minta maaf dengan tulus, membuat masalah makin rumit.

Wanita tadi sudah membuka peluang berkomunikasi, mungkin juga  bisa mencari solusinya. Tapi dengan  tidak  menerima permintaan maaf yang diajukan, si pria malah membuat pacarnya enggan minta maaf lagi di masa datang, jika ada kesalahan yang dibuatnya. Bahkan bisa jadi malah memandang pacarnya itu sebagai masalah baru.

Coba perhatikan, saat pasangan minta maaf, apa yang Anda lakukan? Lain kali, jika ia minta maaf, usahakan dengan tulus mendengarkan apa yang dikatakan dan terimalah permintaan maafnya, sesuatu yang tidak semua orang bisa melakukannya. Saat tiba giliran Anda, si dia pasti akan melakukan hal yang sama.

Solusi 9: Jangan menggunakan ultimatum, seperlunya saja.

Tak ada seorang pun yang suka diberi ultimatum. Padahal banyak juga yang sering memakainya untuk memperoleh apa yang diinginkan. Ultimatum memojokkan seseorang dan bisa mengubah pilihannya. Walaupun Anda mendapatkan apa yang diinginkan, di pihak lain, pasangan melakukan dengan berat hati.

Misalnya, mengatakan pada suami, ”Jika tidak datang ke arisan keluarga minggu ini, saya tidak akan mengajak kamu bicara selama seminggu.” Mungkin saja, suami Anda akhirnya ikut, tapi dengan keadaan yang tidak nyaman sama sekali. Bisa jadi, Anda malah jadi kesal melihat suaminya diam saja sepanjang perjalanan dan saat arisan.

Di kesempatan lain, lebih baik mengatakan, ”Saya sangat senang jika kamu menemani saya di sana. Saya tidak mau memaksa, tapi saya akan kecewa bila kamu tidak ikut.”

Lain halnya jika pasangan yang sedang berpacaran mengajak menikah. Dalam situasi seperti ini, sah-sah saja memberikan ultimatum, yang memang perlu. Saat melakukannya, katakan, Anda pun tidak suka dengan cara ini. Tapi apa boleh buat, semuanya demi kebaikan Anda berdua.

Solusi 10: Awali hari Anda dengan memikirkan tiga hal yang disukai dari pasangan.

Saat bangun tidur, cobalah mencari tiga hal yang Anda sukai dari pasangan. Ingat bagaimana suami/istri Anda membuat orang lain ceria dengan senyumannya. Selalu ramah, bahkan pada orang asing sekali pun. Ingat juga beberapa kali setiap Anda sedang kesal, dia selalu mengingatkannya, ”Ah, itu ‘kan hal kecil, jangan terlalu dipikirkan!” Yang terakhir, sebelum bangun dari tempat tidur, syukuri Anda punya istri/suami yang juga jadi ibu/ayah yang baik bagi kedua anak Anda.

Mungkin memikirkan 3 hal itu membutuhkan waktu kurang dari 5 menit, tapi efeknya bisa Anda rasakan sepanjang hari. Waktu Škeluar rumah mengambil koran, Anda tahu dompet suami tertinggal dalam mobil yang tidak terkunci. Kebiasaan yang kadang membuatnya khawatir, bahkan frustrasi. Tapi karena sejak pagi tadi sudah memikirkan hal-hal yang positif tentang suami, Anda  hanya mengangkat bahu dan membawa dompet ke dalam. Bagaimana jika saat bangun kita dipenuhi perasaan tertekan? Mungkin pagi-pagi kita sudah dibuat kesal dan ingin marah-marah terus.

Memikirkan hal-hal menyenangkan tentang pasangan  sejak bangun pagi, memang tidak bisa mencegah Anda kesal padanya. Tapi setidaknya bisa mengurangi. Walaupun Anda merasa terganggu, tidak akan terlalu parah hasilnya.

Posted in Cinta | 3 Comments »

Supaya Hubungan Tahan Lama dan Bahagia

Posted by rendycandra on 4 July, 2008

Kadang-kadang kita bingung, mengapa ada orang yang bertahan sedemikian lama dalam hubungan cinta atau perkawinannya, tapi ada juga yang putus di tengah jalan. Konon, ada beberapa hal yang menyebabkan hubungan tetap awet, yaitu:

Komunikasi
Kebahagiaan ditentukan oleh dua orang. Berarti, mesti ada timbal balik. Salah satu cara mencapainya adalah dengan komunikasi. Bila Anda sudah mulai berakting seperti orang asing dengan pasangan, artinya Anda kehilangan komunikasi. Komunikasi tak berarti hanya bicara, tapi juga mendengarkan. Adopsilah sikap yang baik dalam berkomunikasi, yaitu mendengarkan orang berbicara sampai selesai, sebelum Anda mengutarakan pendapat sendiri.

Kejujuran
Memang banyak orang yang merahasiakan sesuatu dari pasangannya. Kadang-kadang, menyembunyikan sesuatu bahkan jadi jalan keluar yang terbaik. Tapi, lebih banyak lagi pasangan yang berpendapat bahwa justru kejujuranlah yang membuat perkawinan atau hubungan mereka bertahan lama. Boleh jadi, kebenaran itu pahit ketika didengarkan, tapi kejujuran akan menyelamatkan hubungan.

Rasa saling percaya
Betapa pahit dan sedihnya hidup ini apabila Anda terus-terusan tegang dan curiga, apa benar semua yang dikatakan pasangan. Misalnya, ketika ia pulang terlambat dengan alasan lalu-lintas macet atau ada rapat mendadak, haruskah itu selalu jadi bahan kecurigaan? Bila ada rasa percaya, hal-hal kecil semacam itu tak akan pernah jadi ancaman.

Tertawa
Hampir semua orang mengakui bahwa tertawa adalah obat mujarab bagi suatu hubungan. Bahkan dalam saat-saat yang memalukan, ledakan tertawa bisa jadi penyelamat yang menyejukkan suasana. Lakukanlah hal ini, dan buat kerut-merut di ujung bibir Anda menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Berteman dengan pasangan
How can we lovers if we can’t be friends, kata Michael Bolton dalam salah satu lagunya. Ia benar, sebab bercinta dengan orang yang tidak bisa jadi teman, tak akan bertahan lama. Hubungan cinta, butuh lebih dari sekadar emosi.

Saling menghargai
Tak ada hubungan yang sukses bila seseorang memandang rendah pasangannya. Harus ada respek, harus ada penghargaan, dalam meniti hidup ini. Dari siapa lagi hal itu diperoleh bila bukan dari pasangan sendiri? Tapi, jangan lupa, untuk memperoleh respek dari pasangan, Anda harus menghargai diri Anda terlebih dulu.

Cinta sepanjang masa
Apa namanya hubungan asmara tanpa cinta? Jadi, yakinkan diri Anda, (kalau perlu pasangan Anda juga), bahwa Anda mencintainya dan ia mencintai Anda. Dan kedua orang ini harus yakin akan hal itu.

Kompromi
Seperti ketika kita mempelajari ilmu ekonomi, kita tahu bahwa keseimbangan akan tercapai bila kurva permintaan dan penawaran bertemu pada satu titik. Dalam percintaan, hal ini tak jauh beda. Keinginan Anda darinya, dan begitu pula sebaliknya, perlu kompromi untuk mencapai keseimbangan. Ada hal kecil yang harus Anda korbankan untuk memperoleh kebahagiaan. Begitu pula sebaliknya.

Saling memaafkan
Beri maaf dan jangan menyimpan dendam. Untuk kesalahan yang sedemikian besar, ‘hukum’ ini juga tetap berlaku. Sekali Anda melempar dendam, maka hubungan tak akan bertahan lama.

Doa
Tak perlu orang yang sangat religius untuk melontarkan pendapat ini. Bila Anda menyertai hubungan cinta Anda dengan penuh doa dan mohon kemurahan-Nya untuk memberkati hidup Anda berdua.

Posted in Cinta | Leave a Comment »